Putus sekolah tak serta membuat pemuda ini putus menjalani hidup. Dialah Dika Kurniawan, peternak domba dan kambing di bilangan Parung, Bogor. Alih-alih terpuruk, ia malah bangkit dan bergerak meniti impiannya untuk sukses dengan memilih menjadi peternak.
Setiap harinya, selepas salat subuh, pemuda yang hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMP ini langsung beranjak menuju pekarangan rumah dan mengeluarkan beberapa ekor domba dan kambing yang selama ini ia rawat. Tujuannya adalah pasar di bilangan Parung, Bogor, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumahnya.
Saat ini Dika tercatat sebagai salah satu mitra Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) di klaster Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat, yang dikelola Dompet Dhuafa. Dengan mengikuti proses seleksi, pertama kali ia mendapat bantuan domba dan kambing sebanyak 10 ekor. Kesepuluh kambing bakalan tersebut didapat Dika secara bertahap. Lima ekor ia dapatkan saat awal program bergulir, tiga bulan berselang tambahan lima ekor ia dapatkan. Setiap selesai hajatan Idul Adha pun, Dika dan para peternak binaan KTN lainnya mendapatkan kembali suntikan bantuan 10 ekor kambing bakalan.
Seiring berjalan waktu, jumlah kambing Dika kian banyak. Bahkan di kandangnya pernah terdapat 50 ekor kambing yang siap dijual ke pasar. Ia pun kerap kali diandalkan rekan satu kelompoknya untuk memasarkan domba-kambing mereka karena kepiawaian Dika dalam memasarkan ternaknya. Bahkan, meski usianya paling muda di antara Kelompok Peternak Karya Makmur, ia ditunjuk sebagai ketua kelompok.
Prestasi Dika dalam bidang peternakan bisa dibilang paling mentereng di antara yang lainnya. Ia begitu antusias menyerap ilmu tentang peternakan yang diberikan oleh pendamping KTN selama ini. Dika selalu menjadi andalan manakala ada hewan ternak milik warga yang sakit dan butuh pengobatan.
“Mereka minta saya menyuntik kambingnya, Alhamdulillah saya dapat ilmunya di sini (KTN),” tutur Dika.
Dika mengakui, banyak hal yang bisa ia dapatkan setelah bergabung dengan KTN. Ia yang dulunya hanya mengerti jual beli domba-kambing, kini mengerti bagaimana mengatur kandang, pakan ternak dan kesehatan ternak. Sehingga domba-kambing yang dirawatnya memiliki kualitas yang bagus. Itulah yang kemudian membuat pelanggannya terus bertambah.
Bagi Dika, usaha ternak domba dan kambing merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan. Apalagi saat menjelang Idul Adha, ia sangat bersemangat. Maklum, keuntungan yang diperoleh saat Idul Adha berlipat ganda, ia mampu menjual domba dan kambing hingga 100 ekor.


Sumber: www.jitunews.com
Penulis : -
Editor : Riana

Posting Komentar

 
Top